“Kamu
murid baru ya disini ?, sejak kemarin saya perhatiin kamu” Aku tak menjawab
karena dia melangkah meninggalkan ku.
“Selamat pagi anak-anak, silahkan
keluarkan buke PR kalian. Perkenalkan saya Reyhan Kamanjaya, biasa di panggil
Pak Rey. Saya disini menggantikan Bu Maula karena beliau sedang cuti.”
“Ternyata beliau seorang guru PPl, terlihat ia mengenakan jas almamater. Ah
bodo. Aku penasaran siapa yang duduk disebelah perempuan itu ya” Hati ku
berbicara dengan memperhatikan perempuan judes itu.
“Kenalin
gue Niko!” seorang laki-laki menyodorkan tangannya sehingga membuyarkan
lamunanku.
“Ohh….iya
aku Aini panggil Ai aja” sambil ku menyambut tangannya dengan ramah. “Gue boleh
duduk di samping loe ??”
“Emm….(Aku
berfikir sejenak), iya dech boleh.”
“Makasih
ya. Eh elo yang kemaren didepan musholah itu kan ??” Aku sadar dia yang
menertawaiku. Aku menatap wajahnya dengan biasa.
“Ai
maafin gue ya, sebenernya gue mau bantuin loe, tapi temen-temen gue nyegah gue.”
Sepertinya dari ke 3 temannya yang lain, Niko satu-atunya yang paling baik. Apa
salahnya kalo aku berteman sama dia.
“Ga
papa kok Ko. Itu juga aku yang salah, ga liat-liat kalo lagi jalan.” Aku
tersenyum padanya.
“Elo
maik banget Ai.” Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Reflek Aku
lihat jam yang ada diatas papan tulis, jam menunjukkan pukul 08.00 ya allah dia
telat 1 jam. Langsung aku melihat ke wajah Niko. “ Nik itu bukannya temen kamu
ya ?”
“Ai
gue bilangin ya si Ardi udah biasa masuk jam segini”
“Serius
kamu ? terus ga dimarahin guru gitu ?” Dengan gelengan dia menjawab.
Ardi
masuk tanpa memberi salam. Aku kaget
saat melihat dia duduk disamping perempuan judes itu, so itu pacarnya. Beruntung
sekali dia punya pacar seperti Ardi. Mereka pasangan yang serasi.
Tak
terasa bel istirahat telah terdengar. Segera Aku meninggalkan ruang kelas,
menuju tempat perasinganku, dengan membawa buku diary warna biru dan bulpoin
dengan warna senada. Waw sungguh
benar-benar tempat ini membuat hati dan fikiranku tenang dan damai. Serasa peri-peri
menyihir jiwaku. Ku duduk di atas ayunan banbu dan memejamkan mata sejenak.
Suara
ponselku berbunyi (Lagu Bring Me The Horizon-breaking The Low). “Ya allah aku
teridur. Untung saja ponselku bebunyi. Tapi ini bukan telepon, ini alaram. Sebelumnya
aku belum memasang alaram. Lalu siapa yang memasangnya ?” Batinku bersuara. Dugaanku
benar tempat ini sebelumnya sudah ada yang menempati. Palakunya menulis pesan
dibuku diaryku.
Eh
lain kali kalo nyalain tuh alaram loe, biar loe ga telat masuk kelas. Kalo mau
ucapin terimakasih ke gue, bales aja terus lo selipin di dalam lobang bambu
ayunan.(Pemilik Tempat)
Makasih
ya kamu bangunin aku, kalo engga pasti aku bisa ketiduran ampe malem. Kenalin aku
Aini biasa panggil Ai, aku kelas XI IS 1. Kalo kamu siapa ?(Peninjam Tempat)
Langsung
ku berlari menuju ruang kelas. Mengingat bel sudah berbunyi 1 menit yang lalu. “Gluuuddaaakkkk,
aww…” aku terjatuh didepan perpustakaan, aku melihat ada sepasang kaki di
depanku. “Makanya kalo lari yang hati-hati donk” suara siapa itu…
Guy’s
udahaan ya capek nulis nih. To be continued.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar